"Agama Tuhan adalah untuk cinta dan kesatuan, janganlah menjadikannya sebagai sebab permusuhan dan perselisihan..."
Bahá’u’lláh

Pernyataan Klarifikasi

Jakarta, 27 Oktober 2009

PEMBERITAHUAN RESMI MENGENAI AGAMA BAHAI

Terkait dengan berita yang beredar baik di media maupun masyarakat kami atas nama masyarakat Agama Bahá’í di Indonesia ingin menyampaikan beberapa hal untuk mengklarifikasi informasi yang tidak akurat yang tersebar tentang Agama kami, agar hendaknya pemberitaan dan pembahasan yang terjadi akibat kesalahan informasi dapat diluruskan.

Beberapa hal dan informasi penting yang perlu diralat dan diluruskan mengenai Agama Bahá’í adalah sebagai berikut:

  • Agama Bahá’í adalah Agama yang berdiri sendiri dan bukan aliran atau sekte dari agama apa pun.
  • Agama Bahá’í diakui dan berada di lebih dari 180 negara di dunia dan mempunyai perwakilan formal di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
  • Sebagaimana juga dengan agama-agama lain, agama Bahá’í tidak terkait pada negara apa pun. Agama Bahá’í adalah agama yang universal.
  • Sebagai Agama yang berdiri sendiri, Agama Bahá’í memiliki pembawa Agama, keyakinan, hukum-hukum, kitab-kitab, ibadah, serta sistem tata administrasi yang tersendiri, termasuk pernikahan sebagaimana agama yang lain.
  • Dalam sistem Agama Bahá’í sama sekali tidak memiliki tokoh maupun kepemimpinan perorangan atau seseorang menjadi pemimpin agama. Urusan kemasyarakatan dipimpin oleh lembaga-lembaga kolektif Bahá’í yang dipilih secara demokratis setiap tahun dan setiap suara dijamin kerahasiaannya. Pemilihan Bahá’í dilandasi oleh sifat dan nilai luhur manusia. Jadi tidak benar ada kepemimpinan perorangan dan ketokohan di dalam agama Bahá’í.
  • Beberapa prinsip dan ajaran pokok Agama Bahá’í antara lain adalah: Keesaan Tuhan, Kesatuan umat manusia; Pencarian kebenaran secara bebas bagi setiap manusia; Keselarasan agama dan ilmu pengetahuan; Persamaan hak antara pria dan wanita; Melepaskan semua jenis prasangka agama, sosial, ekonomi, dan ras; Bergaul dengan semua umat beragama dengan hati riang dan gembira; Agama harus menjadi sebab keselarasan, kasih dan kesatuan; Taat kepada pemerintah dimana pun mereka berada, dll.
  • Informasi rinci tentang agama Bahá’í ada di situs resmi agama Bahá’í yaitu:  www.bahai.org

Kami telah melampirkan brosur resmi Agama Bahá’í yang berisi informasi mengenai Agama Bahá’í dengan harapan menjadi sumber resmi informasi yang tepat dan akurat mengenai Agama Bahá’í. Demikian harapan kami, semoga penjelasan ini bisa membantu menjernihkan permasalahan yang ada, serta mengurangi beban masyarakat Bahá’í dalam menjalankan hak asasinya sebagai bangsa Indonesia akibat dari informasi yang tidak tepat serta tidak akurat yang sedang beredar.

Majelis Nasional Bahá’í Indonesia

Bahá'i Percaya:

Ketuhanan Yang Maha Esa

Keyakinan Agama  Bahá'í pada Tuhan Yang Maha Esa berarti bahwa alam semesta dan semua makhluk serta segala kekuatan yang ada di dalamnya telah diciptakan oleh satu Wujud supernatural yang tunggal.

Berbagai sebutan seperti Tuhan, Allah, Yahweh, dan Brahma semuanya merujuk pada Satu Wujud Ilahi, yang sifat-Nya tidak bisa diketahui dan dipahami oleh manusia.

Kita belajar tentang Tuhan melalui para Utusan-Nya, yang mengajar dan membimbing umat manusia.

Semua agama berasal dari Tuhan

Ketika seorang Bahá'í mengatakan bahwa semua agama adalah satu, itu tidak berarti bahwa semua keyakinan dan  masyarakatnya adalah sama.

Melainkan, dia meyakini bahwa Tuhan telah mengungkapkan Diri-Nya melalui serangkaian Utusan Ilahi, yang tujuannya adalah untuk membimbing dan mendidik umat manusia.

Mereka semua adalah ungkapan dari tujuan Ilahi yang tunggal, "Inilah Agama Allah yang tak berubah-ubah, abadi pada masa lampau, kekal pada masa yang akan datang."

Seluruh umat manusia adalah satu keluarga

Ajaran-ajaran Bahá’í menekankan bahwa kita semua, sebagai ciptaan dari satu Tuhan, adalah bagian dari satu keluarga umat manusia.

Bahá’u’lláh berkata, “Kemah kesatuan telah ditegakkan; janganlah engkau memandang satu sama lain sebagai orang asing. Engkau adalah buah-buah dari satu pohon dan daun-daun dari satu dahan.”

Orang-orang hampir dari setiap latar belakang, di setiap negara, telah menjadi Bahá’í.

Pria dan wanita adalah sama

Kesetaraan penuh dan kesadaran yang kuat akan kemitraan antara perempuan dan laki-laki sangatlah penting bagi kemajuan manusia dan transformasi masyarakat.

“Pria dan wanita telah dan akan selalu sama dalam pandangan Tuhan," kata Bahá'u'lláh.

Masyarakat Bahá'í di seluruh dunia telah berada di barisan depan dari gerakan untuk memajukan hak-hak wanita selama lebih dari satu abad.

Perdamaian Dunia adalah kebutuhan yang sangat mendesak dari jaman ini

Apakah perdamaian akan dicapai hanya setelah kengerian-kengerian yang tak terbayangkan yang disebabkan sikap keras kepala manusia untuk tetap berpegang teguh pada pola tingkah laku yang lama, ataukah sekarang perdamaian itu akan diraih melalui suatu tindakan nyata dari permusyawarahan, inilah pilihan bagi semua yang mendiami bumi.

Masyarakat Bahá’í percaya bahwa umat manusia dapat menghadapi cobaan besar ini dengan keyakinan akan hasil akhirnya yang baik.

Berita Terbaru

Tautan