"Agama Tuhan adalah untuk cinta dan kesatuan, janganlah menjadikannya sebagai sebab permusuhan dan perselisihan..."
Bahá’u’lláh

Panorama Aktifitas Masyarakat Bahá’i

Dibawah ini adalah deskripsi panorama aktivitas masyarakat Bahá’í di dunia namun aktifitas tersebut terbuka untuk orang-orang dari agama lain yang ingin ikut serta.

Institut Ruhi

Institut Ruhi terdiri dari serangkaian kursus mengenai berbagai tema rohani, yang menyangkut topik-topik umum yang ditinjau dari tulisan Bahá’í, seperti kehidupan rohani, prinsip-prinsip persatuan dan kemajuan sosial, pentingnya pendidikian anak-anak, agama sebagai proses pendidikan umat manusia, peranan khusus kaum remaja dalam masyarakat, dan proses transformasi spiritual.

Kursus-kursus itu diselenggarakan dalam bentuk kelompok belajar yang kecil; tidak ada guru dalam kelompok belajar ini, tetapi seorang tutor atau fasilitator membantu para peserta dalam proses pembelajaran. Ciri-ciri khas dari Institut adalah bahwa tiap kursus dipertalikan dengan kegiatan praktis, sehingga konsep-konsep yang dipelajari dijadikan pula sebagai sumbangan terhadap kehidupan masyarakat. Tujuan dari Institut adalah menciptakan “budaya pembelajaran”.

Do’a Bersama

Pertemuan doa bersama diadakan supaya orang-orang dapat berkumpul dan menghadapkan hati mereka pada Pencipta mereka dalam doa. Doa-doa Bahá’í maupun doa-doa dari agama-agama lain dapat dibacakan, sesuai dengan keinginan para peserta. Berdoa mengingatkan kita bahwa, dari keadaan dan latar belakang apa pun, kita semua hanyalah penerima rahmat Ilahi.

Kelompok Belajar Anak

Kelompok belajar bagi anak-anak dirancang untuk memberi anak-anak suatu permulaan yang baik dan berakhlak, serta memberi mereka pengetahuan tentang prinsip-prinsip keagamaan, yang diajarkan melalui cerita, permainan, doa dan kutipan sabda Ilahi.

Kelompok Belajar Remaja

Kelompok belajar remaja (umur 11–14) dibentuk untuk memenuhi kebutuhan rohani dan menyalurkan energi yang bergelora yang dimiliki golongan yang penting itu. Kelompok remaja ini dibantu oleh seorang “animator” yang terlatih untuk memegang peranan fasilitasi program itu.

Bahá'i Percaya:

Ketuhanan Yang Maha Esa

Keyakinan Agama  Bahá'í pada Tuhan Yang Maha Esa berarti bahwa alam semesta dan semua makhluk serta segala kekuatan yang ada di dalamnya telah diciptakan oleh satu Wujud supernatural yang tunggal.

Berbagai sebutan seperti Tuhan, Allah, Yahweh, dan Brahma semuanya merujuk pada Satu Wujud Ilahi, yang sifat-Nya tidak bisa diketahui dan dipahami oleh manusia.

Kita belajar tentang Tuhan melalui para Utusan-Nya, yang mengajar dan membimbing umat manusia.

Semua agama berasal dari Tuhan

Ketika seorang Bahá'í mengatakan bahwa semua agama adalah satu, itu tidak berarti bahwa semua keyakinan dan  masyarakatnya adalah sama.

Melainkan, dia meyakini bahwa Tuhan telah mengungkapkan Diri-Nya melalui serangkaian Utusan Ilahi, yang tujuannya adalah untuk membimbing dan mendidik umat manusia.

Mereka semua adalah ungkapan dari tujuan Ilahi yang tunggal, "Inilah Agama Allah yang tak berubah-ubah, abadi pada masa lampau, kekal pada masa yang akan datang."

Seluruh umat manusia adalah satu keluarga

Ajaran-ajaran Bahá’í menekankan bahwa kita semua, sebagai ciptaan dari satu Tuhan, adalah bagian dari satu keluarga umat manusia.

Bahá’u’lláh berkata, “Kemah kesatuan telah ditegakkan; janganlah engkau memandang satu sama lain sebagai orang asing. Engkau adalah buah-buah dari satu pohon dan daun-daun dari satu dahan.”

Orang-orang hampir dari setiap latar belakang, di setiap negara, telah menjadi Bahá’í.

Pria dan wanita adalah sama

Kesetaraan penuh dan kesadaran yang kuat akan kemitraan antara perempuan dan laki-laki sangatlah penting bagi kemajuan manusia dan transformasi masyarakat.

“Pria dan wanita telah dan akan selalu sama dalam pandangan Tuhan," kata Bahá'u'lláh.

Masyarakat Bahá'í di seluruh dunia telah berada di barisan depan dari gerakan untuk memajukan hak-hak wanita selama lebih dari satu abad.

Perdamaian Dunia adalah kebutuhan yang sangat mendesak dari jaman ini

Apakah perdamaian akan dicapai hanya setelah kengerian-kengerian yang tak terbayangkan yang disebabkan sikap keras kepala manusia untuk tetap berpegang teguh pada pola tingkah laku yang lama, ataukah sekarang perdamaian itu akan diraih melalui suatu tindakan nyata dari permusyawarahan, inilah pilihan bagi semua yang mendiami bumi.

Masyarakat Bahá’í percaya bahwa umat manusia dapat menghadapi cobaan besar ini dengan keyakinan akan hasil akhirnya yang baik.

Tautan