"Agama Tuhan adalah untuk cinta dan kesatuan, janganlah menjadikannya sebagai sebab permusuhan dan perselisihan..."Bahá’u’lláh
Pembaruan Website
Para pengunjung yang terhormat, dengan senang hati kami mempersembahkan untuk Anda semua website kami dengan pembaruan baik pada disain tampilan dan isinya: http://www.bahaiindonesia.net.
Bahá'i Percaya:
Ketuhanan Yang Maha Esa
Keyakinan Agama Bahá'í pada Tuhan Yang Maha Esa berarti bahwa alam semesta dan semua makhluk serta segala kekuatan yang ada di dalamnya telah diciptakan oleh satu Wujud supernatural yang tunggal.
Berbagai sebutan seperti Tuhan, Allah, Yahweh, dan Brahma semuanya merujuk pada Satu Wujud Ilahi, yang sifat-Nya tidak bisa diketahui dan dipahami oleh manusia.
Kita belajar tentang Tuhan melalui para Utusan-Nya, yang mengajar dan membimbing umat manusia.
Semua agama berasal dari Tuhan
Ketika seorang Bahá'í mengatakan bahwa semua agama adalah satu, itu tidak berarti bahwa semua keyakinan dan masyarakatnya adalah sama.
Melainkan, dia meyakini bahwa Tuhan telah mengungkapkan Diri-Nya melalui serangkaian Utusan Ilahi, yang tujuannya adalah untuk membimbing dan mendidik umat manusia.
Mereka semua adalah ungkapan dari tujuan Ilahi yang tunggal, "Inilah Agama Allah yang tak berubah-ubah, abadi pada masa lampau, kekal pada masa yang akan datang."
Seluruh umat manusia adalah satu keluarga
Ajaran-ajaran Bahá’í menekankan bahwa kita semua, sebagai ciptaan dari satu Tuhan, adalah bagian dari satu keluarga umat manusia.
Bahá’u’lláh berkata, “Kemah kesatuan telah ditegakkan; janganlah engkau memandang satu sama lain sebagai orang asing. Engkau adalah buah-buah dari satu pohon dan daun-daun dari satu dahan.”
Orang-orang hampir dari setiap latar belakang, di setiap negara, telah menjadi Bahá’í.
Pria dan wanita adalah sama
Kesetaraan penuh dan kesadaran yang kuat akan kemitraan antara perempuan dan laki-laki sangatlah penting bagi kemajuan manusia dan transformasi masyarakat.
“Pria dan wanita telah dan akan selalu sama dalam pandangan Tuhan," kata Bahá'u'lláh.
Masyarakat Bahá'í di seluruh dunia telah berada di barisan depan dari gerakan untuk memajukan hak-hak wanita selama lebih dari satu abad.
Perdamaian Dunia adalah kebutuhan yang sangat mendesak dari jaman ini
Apakah perdamaian akan dicapai hanya setelah kengerian-kengerian yang tak terbayangkan yang disebabkan sikap keras kepala manusia untuk tetap berpegang teguh pada pola tingkah laku yang lama, ataukah sekarang perdamaian itu akan diraih melalui suatu tindakan nyata dari permusyawarahan, inilah pilihan bagi semua yang mendiami bumi.
Masyarakat Bahá’í percaya bahwa umat manusia dapat menghadapi cobaan besar ini dengan keyakinan akan hasil akhirnya yang baik.