Masyarakat Baha’i Sedunia

Di dalam masyarakat Bahá’í tidak ada kependetaan atau pemimpin perorangan. Umat Bahá’í mengikuti kerangka administrasi yang ditetapkan oleh Bahá’u’lláh, yang terdiri dari dewan-dewan yang dipilih dengan bebas tanpa melalui pencalonan atau kampanye. Dewan-dewan ini, yang beranggotakan sembilan orang Bahá’í dewasa dikenal dengan sebutan Majelis Rohani yang terdapat pada tingkat lokal dan nasional, di tingkat internasional dikenal dengan nama Balai Keadilan Sedunia. Dewan-dewan itu bermusyawarah dan membuat rencana bersama masyarakat guna memajukan kesejahteraan, pendidikan rohani dan perkembangan sosial bagi seluruh masyarakat di lingkup tanggung jawab mereka.

Selain itu pada periode tertentu ditunjuk orang-orang yang berpengetahuan dan berpengalaman untuk memberi semangat dan nasehat kepada dewan-dewan masyarakat Bahá’í. Penasehat-penasehat yang ditunjuk itu tidak mempunyai kedudukan sebagaimana ulama atau pendeta, dan tidak mempunyai kuasa maupun wewenang atas majelis-majelis; mereka hanya berfungsi sebagai penasehat.

Umat Bahá’í diseluruh dunia mengamalkan ajaran-ajaran Bahaullah melalui pengabdian secara individu, keluarga dan masyarakat, dalam upaya untuk mengabdi kepada masyarakat luas. Umat Bahai dikenal sebagai warga pencinta perdamaian, yang secara aktif mendukung kebaikan di negara manapun mereka berada.

“Mereka harus menjadi orang-orang yang dipercayai oleh Yang Maha Pengasih diantara manusia… Diwajibkan bagi mereka untuk bermusyawarah bersama dan memperhatikan kepentingan hamba-hamba Tuhan, demi Dia, bahkan seperti mereka memperhatikan kepentingan-kepentingan mereka sendiri…” (Bahá’u’lláh)