Agama Baha’i

Agama Bahá’í adalah agama yang independen dan bersifat universal, bukan sekte dari agama lain. Pembawa Wahyu Agama Bahá’í adalah Bahá’u’lláh, yang mengumumkan bahwa tujuan agama-Nya adalah untuk mewujudkan transformasi rohani dalam kehidupan manusia dan memperbarui lembaga-lembaga masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip keesaan Tuhan, kesatuan agama, dan persatuan seluruh umat manusia.

Ajaran Agama Bahá’í — antara lain adalah kesatuan dalam keanekaragaman; mewajibkan pendidikan bagi setiap umat manusia; kesetaraan antara pria dan wanita, penghapusan segala bentuk prasangka, keselarasan Antara agama dan ilmu pengetahuan, menunjukkan kesetiaan pada pemerintah; serta menggunakan musyawarah sebagai landasan dalam pengambilan keputusan. Ajaran-ajaran tersebut diatas hanyalah sebagian kecil dari samudera Ajaran Ilahi yang bertujuan untuk mencapai kesatuan umat manusia dan demi terciptanya perdamaian dunia.

Sejarah Agama Baha’i — Bahá’u’lláh (yang berarti Kemuliaan Tuhan) adalah Pembawa Wahyu Agama Bahá’í. Pada tahun 1863, Ia mengumumkan misi-Nya untuk menciptakan kesatuan umat manusia serta mewujudkan keselarasan di antara agama-agama. Dalam perjalanan-Nya di sebagian besar kerajaan Turki, Bahá’u’lláh banyak menulis wahyu yang diterima-Nya dan menjelaskan secara luas tentang keesaan Tuhan, kesatuan agama serta kesatuan umat manusia.

Tulisan Suci Baha’i — Dalam Ayat-ayat Suci-Nya yang diwahyukan antara tahun 1853-1892, Bahá’u’lláh mengulas berbagai hal, seperti keesaan Tuhan dan fungsi Wahyu Ilahi; tujuan hidup; ciri dan sifat roh manusia; kehidupan di alam Ilahi sesudah mati; hukum-hukum dan prinsip-prinsip Agama; ajaran-ajaran akhlak; perkembangan kondisi dunia serta masa depan umat manusia.

Rumah-rumah Ibadah Bahá’i — Rumah ibadah Bahá’i mencerminkan tujuan dasar agama Bahá’i yang mendorong kesatuan umat manusia dan mencerminkan keyakinan akan keesaan Tuhan . Rumah Ibadah ini dipersembahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan sebagai “tempat terbit pujian kepada Tuhan”. Rumah ibadah Bahá’í merupakan sumbangan masyarakat Bahá’í bagi seluruh umat manusia termasuk semua pemeluk agama yang berbeda-beda. Rumah ibadah umat Bahai adalah “tempat pertemuan umat manusia “