Makam Suci Sang Bab di Haifa Makam Suci Sang Bab di Haifa Makam Suci Sang Bab di Haifa Rumah Ibadah Bahá’í, New Delhi, India - di masyarakat setempat dikenal dengan 'Rumah Ibadah Lotus' - yang baru-baru ini ulang tahunnya yang ke-25 dirayakan. Rumah Ibadah Bahá’í di Jerman Makam Sang Bahá'ulláh di Akka Makam Sang Bahá'ulláh di Akka Rumah Ibadah Bahá’í di Chile - sedang dalam proses pembangunan Rumah Ibadah Bahá’í di Samoa
"Agama Tuhan adalah untuk cinta dan kesatuan, janganlah menjadikannya sebagai sebab permusuhan dan perselisihan..."
Bahá’u’lláh

Agama Bahá'i

“Tujuan dasar yang menjiwai Keyakinan dan Agama Tuhan ialah untuk melindungi kepentingan-kepentingan umat manusia dan memajukan kesatuan umat manusia, serta untuk memupuk semangat cinta kasih dan persahabatan di antara manusia”
— Bahá’u’lláh

Agama Bahá’í adalah agama yang independen dan bersifat universal, bukan sekte dari agama lain. Pembawa Wahyu Agama Bahá’í adalah Bahá’u’lláh, yang mengumumkan bahwa tujuan agama-Nya adalah untuk mewujudkan transformasi rohani dalam kehidupan manusia dan memperbarui lembaga-lembaga masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip keesaan Tuhan, kesatuan agama, dan persatuan seluruh umat manusia.

Umat Bahá’í berkeyakinan bahwa agama harus menjadi sumber perdamaian dan keselarasan, baik dalam keluarga, masyarakat, bangsa maupun dunia. Umat Bahá’í telah dikenal sebagai sahabat bagi para penganut semua agama, karena melaksanakan keyakinan ini secara aktif.

Ajaran-ajaran Agama Bahá’í antara lain adalah keyakinan pada keesaan Tuhan, kebebasan beragama, kesatuan dalam keanekaragaman, serta menjalani kehidupan yang murni dan suci. Selain itu, Agama Bahá’í juga mengajarkan peningkatan kehidupan rohani, ekonomi, dan sosial-budaya; mewajibkan pendidikan bagi semua anak; menunjukkan kesetiaan pada pemerintah; serta menggunakan musyawarah sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Ajaran-ajaran tersebut ditujukan untuk kesatuan umat manusia demi terciptanya perdamaian dunia.

Bahá'i Percaya:

Ketuhanan Yang Maha Esa

Keyakinan Agama  Bahá'í pada Tuhan Yang Maha Esa berarti bahwa alam semesta dan semua makhluk serta segala kekuatan yang ada di dalamnya telah diciptakan oleh satu Wujud supernatural yang tunggal.

Berbagai sebutan seperti Tuhan, Allah, Yahweh, dan Brahma semuanya merujuk pada Satu Wujud Ilahi, yang sifat-Nya tidak bisa diketahui dan dipahami oleh manusia.

Kita belajar tentang Tuhan melalui para Utusan-Nya, yang mengajar dan membimbing umat manusia.

Semua agama berasal dari Tuhan

Ketika seorang Bahá'í mengatakan bahwa semua agama adalah satu, itu tidak berarti bahwa semua keyakinan dan  masyarakatnya adalah sama.

Melainkan, dia meyakini bahwa Tuhan telah mengungkapkan Diri-Nya melalui serangkaian Utusan Ilahi, yang tujuannya adalah untuk membimbing dan mendidik umat manusia.

Mereka semua adalah ungkapan dari tujuan Ilahi yang tunggal, "Inilah Agama Allah yang tak berubah-ubah, abadi pada masa lampau, kekal pada masa yang akan datang."

Seluruh umat manusia adalah satu keluarga

Ajaran-ajaran Bahá’í menekankan bahwa kita semua, sebagai ciptaan dari satu Tuhan, adalah bagian dari satu keluarga umat manusia.

Bahá’u’lláh berkata, “Kemah kesatuan telah ditegakkan; janganlah engkau memandang satu sama lain sebagai orang asing. Engkau adalah buah-buah dari satu pohon dan daun-daun dari satu dahan.”

Orang-orang hampir dari setiap latar belakang, di setiap negara, telah menjadi Bahá’í.

Pria dan wanita adalah sama

Kesetaraan penuh dan kesadaran yang kuat akan kemitraan antara perempuan dan laki-laki sangatlah penting bagi kemajuan manusia dan transformasi masyarakat.

“Pria dan wanita telah dan akan selalu sama dalam pandangan Tuhan," kata Bahá'u'lláh.

Masyarakat Bahá'í di seluruh dunia telah berada di barisan depan dari gerakan untuk memajukan hak-hak wanita selama lebih dari satu abad.

Perdamaian Dunia adalah kebutuhan yang sangat mendesak dari jaman ini

Apakah perdamaian akan dicapai hanya setelah kengerian-kengerian yang tak terbayangkan yang disebabkan sikap keras kepala manusia untuk tetap berpegang teguh pada pola tingkah laku yang lama, ataukah sekarang perdamaian itu akan diraih melalui suatu tindakan nyata dari permusyawarahan, inilah pilihan bagi semua yang mendiami bumi.

Masyarakat Bahá’í percaya bahwa umat manusia dapat menghadapi cobaan besar ini dengan keyakinan akan hasil akhirnya yang baik.

Tautan